Marandus SiraitAntara – Sabtu, 14 Agustus

Tobasa, Sumut (ANTARA) – Taman Eden 100 di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Tobasa, Sumatera Utara, akan menggelar tari “tortor” bernuansa pelestarian alam sekaligus pengukuhan tarian suku Batak ini sebagai tortor lingkungan hidup pada 28 Agustus mendatang.

Pengelola Taman Eden 100 Marandus Sirait di Tobasa, Sabtu, menuturkan, tortor ini akan mereka pertunjukan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-65 Republik Indonesia sekaligus syukuran atas penghargaan kader konservasi alam tingkat nasional yang dia terima dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.

Koreografi tortor, kata Marandus, menggambarkan aktivitas penanaman pohon untuk pelestarian alam. Gerak tarinya, melambangkan kegiatan penanaman, pemupukan, penyiraman (dipispis/disiram pake daun beringin) hingga pohon tumbuh dan terpelihara dengan baik.

Dijelaskan gaya menyiram diselaraskan seperti “tortor sawan”, tanpa mengubah gerak dasar, dikombinasikan menjadi gerakan baru mempertunjukkan nuansa lingkungan.

“Dunia akan mengenal tortor lingkungan ini sehingga budaya Batak akan lebih terangkat,” kata Marandus.

Ide awalnya, kata dia, berangkat dari keinginan membina remaja agar lebih mencintai lingkungan. “Kemudian, Saya terinspirasi untuk mencoba aspek kehidupan yang bisa dikaitkan dengan lingkungan,” ujar peraih penghargaan Kalpataru kategori perintis lingkungan pada tahun 2005 ini.

Penarinya berasal dari Kecamatan Aek Natolu pimpinan Obeth Sihotang (22), panortor yang menjuarai Pesta Danau Toba tahun lalu.

Selanjutnya, tortor ini dipertunjukkan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 di lapangan Merdeka Medan.

“Sekdapropsu R.E. Nainggolan dan Jenderal Purnawirawan T.B. Silalahi serta undangan dari UNESCO sangat terkesan atas penampilan tortor ini,” kata Marandus.

Kepala Bidang Bina Tata Lingkungan dan Amdal Sumut, Dra. Rosdiana Simarmata, M.Si., mengaku kagum atas kreasi Marandus.

“Perpaduan geraknya sangat serasi. Apalagi saat aksi penyerahan pohon, terkemas apik dalam estetika tari yang unik dan sangat menarik,”ujarnya.

Rosdiana berharap apa yang dirintis dan digagasi Marandus mampu memotivasi generasi muda agar lebih peduli untuk melesatrikan alam dan lingkungan. “Ketauladanannya patut dicontoh. Gebrakan yang dia buat, mudah-mudahan bisa melahirkan Marandus yang lain,” katanya menandaskan