Sumber : PINBIS Media Online

http://www.pinbis.com

Terletak di Kabupaten Tobasa, Taman Eden 100 memberi nuansa baru dalam berwisata.

Masih ingat acara “Family 100” yang ditayangkan pada salah satu stasiun televisi swasta? Of course, karena ratingnya bagus dan cukup familiar untuk dinikmati. Di kawasan wilayah Danau Toba pun sekarang ada yang menarik dan familiar untuk dinikmati keluarga, namanya “Taman Eden 100”.

Jangan membayangkan ini acara televisi, tapi “Taman Eden 100” merupakan sarana agrowisata alam dan konservasi anggrek Toba di kawasan Lumban Rang, Desa Sionggang Utara, Kecamatan. Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir. Kawasan hutan agrowisata ini, letaknya antara jalan Parapat-Porsea, di tepi jalan Km 16.

Kawasan yang berdiri sekitar tahun 2000 ini, masih alami dan kaya dengan flora dan fauna. Bahkan harimau Sumatera pun masih berseliweran di kawasan hijau ini. Cukup ditempuh sekira 3,5 jam perjalanan dari Medan. Tak sulit menggapainya, karena ada gapura “Selamat Datang” di gerbang masuknya yang gampang terlihat di sebelah kiri jalan. Nah, mulailah wisata alam dimulai dari sambutan ramah sang pengelola, Marandus Sirait dan orangtuanya, Leas Sirait yang sangat informative dan respect melayani.

Wow…mengasyikkan memang. Banyaknya ragam wisata alam membuat pengunjung bersama keluarganya tinggal memilih. Selain melihat hutannya yang lebat dan ragam pepohonan yang sudah langka ada di sana. Bahkan floranya pun spesifik, seperti anggrek Toba yang tumbuh di kawasan ini. “Di sini banyak tumbuh anggrek yang langka dan sudah dikonservasi seluas 1 hektare dengan 100 jenis, dengan wisata alam yang menantang,” kata Eliyas Sirait menjelaskan kepada PinbisMedia, pekan lalu.

Pengelola wisata alam berusia 73 tahun ini bercerita kalau saat ini, untuk reboisasi di kawasannya telah dilakukan pembibitan tanaman keras, buah dan tanaman langka lainnya. Ini dilakukan dengan bantuan dan kerjasama dengan PT.Toba Pulp Lestari, Tbk, perusahaan pulp terbesar di kawasan tersebut. “Kami menyediakan lahan pembibitan dan Toba Pulp Lestari menyediakan bibit dan sarananya. Bantuan dari TPL sangat membantu kami melestarikan pohon langka dan menata kawasan. Mereka (TPL-red) sangat peduli,” kata Leas Sirait.

Ada keunikan di Taman Eden 100, yaitu setiap pengunjung yang berminat menanam pohon disediakan bibit dan tempat. Pohon yang ditanam akan diberi label nama dan asal pengunjung. Tak heran kalau pepohonan yang ada, hampir seba¬gian besar berlabel inisial si penanam. “Memang ini unik dan salah satu tujuan kami agar timbul kesadaran masyarakat melestarikan dan mencintai lingkungan. Mungkin tahun berikutnya berkunjung, dia bisa melihat pohon yang ditanamnya,” ungkapnya sembari tersenyum.

Menelusuri kawasan hutan wisata alam seluas 50 ribu hektare ini membutuhkan fisik dan stamina yang kuat. Karena banyak pilihan untuk itu. Mulai dari kegiatan ringan berjalan mengelilingi kawasan konservasi sampai aktivitas berat yang menantang seperti tracking, mendaki gunung dan ‘camping ground’ dan lainnya. Namun yang utama diperlukan kewaspadaan, kebersihan dan kesopanan untuk memulai wisata ini. Peringatan ini sesuai dengan yang dipasang pengelola di depan pintu masuk ke kawasan hutan wisata yang berbukit dan terjal. “Kami harapkan pengunjung bisa mematuhi peringatan untuk keselamatan diri dan bisa menjaga hutan tidak rusak. Ini untuk kebaikan kita bersama,” kata Leas Sirait.

“Semakin dalam kita bertualang di kawasan hutan ini, semakin menantang karena alamnya yang masih asli. Harimau pun masih berkeliaran di sini tapi biasanya tak mengganggu,” kata Sembiring, pengunjung yang kerap datang kemari.

Berwisata ke Taman Eden 100 sama halnya kita berperan melestarikan alam karena kita diberi kesempatan menanam dengan label nama kita. Ini bukti nyata lho. Lebih asyik kalau langsung mendatangi lokasi ‘rendezvouz’ bersama teman, keluarga atau tetangga. Di sana ada lokasi perkemahan, ada 3 air terjun, gua kelelawar, bukit Manja yang bisa melihat Danau Toba, bahkan pendaki gunung bisa mendaki gunung Pangulu Bao, dan menariknya ada rumah Tarzan yang berada di atas pepohonan.