Sekarang bumi telah menangis karena menderita sakit yang tidak tertahankan lagi. Air matanya dari kutub Utara dan dari kutub Selatan mulai mengalir dan menenggelamkan banyak daratan. Manusia menjerit oleh karena ulahnya sendiri, kesadaran seolah-olah tidak berarti lagi. Indonesia telah banyak berbuat tetapi hasil yang nyata hanya sedikit saja. 

Oleh : Marandus Sirait

(Penerima Kalpataru Tahun 2005)