IKON pariwisata Sumatera Utara tidak selamanya identik dengan Parapat, Tuktuk atau Berastagi. Tapi kenyataannya, bila hari libur tiba daerah itu selalu menjadi sasaran wisatawan domestik. Tengok saja kawasan wisata Berastagi, kamar Hotel dengan tarif jutaan rupiah per malam pun laris manis.

Belakangan ini daerah pelesiran pantai Cermin dengan segala fasilitasnya juga sedang naik daun, tapi bagi sebagian warga menilai, kocek yang harus dikeluarkan di daerah ini juga tergolong mahal, apalagi bagi yang datang bersama keluarga.

Esther Chen, seorang juragan kopi di Balige mengatakan, cukup banyak kawasan wisata yang sangat indah di sepanjang pinggiran Danau Toba, mulai dari Parapat hingga perjalanan ke Tarutung, Tapanuli Utara. Tapi, yang pasti destinasi yang ditawarkan ini hanya cocok bagi warga yang suka berpetualang.

Anda bisa berpelesiran bersama teman-teman sekantor atau keluarga. Yang penting waktu yang tersedia memadai agar tidak terlalu lelah.

Bila perjalanan ke Tapanuli Utara diwalai dari Parapat, rute yang bisa dikunjungi misalnya Taman Eden “100” di desa Lumban Rang Kec. Lumban Julu, yang berjarak sekitar 16 km dari Parapat, selanjutnya Dolok Tolong, Muara, Bakkara, Huta Ginjang, Salib Kasih di puncak Siatas Barita, Tarutung. Selanjutnya jangan lewatkan pemandian Air Panas (aek rangat) di Sipoholon, Air Soda di Parbulu. Idealnya untuk mengunjungi rute-rute tersebut, dibutuhkan waktu sedikitnya dua malam tiga hari. Anda bisa menginap satu atau dua malam di Wisma Banuara, desa Tarabunga Kecamatan Balige.

Diam-diam Presiden SBY dan rombongan dalam kunjungan kerjanya di Sumut sudah dua kali menginap disini. (Baca: Tarabunga, Kami Akan Datang Lagi).

Sebagai wujud rasa cinta akan keindahan alam di kawasan Danau Toba, sudah saatnya kita jajali satu per satu destinasi tersebut. (antoni limtan)