Hinggap di langit
Dibawa oleh hati yang paling merah
Yang tak padam,
Yang tak dingin,
Dan pasti kugenggam

Ditulis terbuka
Dimakna rahasia
Butuh aku sayap
Menjemput ilham
………………pada bias-bias awan senja

Dari manakah ia,
Pembawa huruf-huruf Latin
Penggali lorong-lorong Batin
Sedekat pelangi di kejauhan?

Dari Sorga;
Paragrafku

Luruh ke mayapada
Ilalang dan rama-rama memujanya
Sedang aku,
Melukisnya tanpa pena
Meninggikan segala lembah untuk menghadangnya
Di datang tak’kan pergi,
Di ada tanpa hilang

Harus aku kertas kosong
Untuk menangkap setiap baitnya
Dengan tanda tangan sekecil-kecilnya
(Bila harus kenalkan diri)

Langit siapakah itu,
Awan siapa,
Bias dan Mayapada?
Yang ditulis,
Yang dilukis dan
Tak terbantah oleh tangis

Pada kekalahan yang sangat berharga
Aku dituntun sebuah ledakan

Bertanya – dan
Menjawab

Dari manakah ia,
Bacaan jiwa yang menDewa
Peranan khayal yang tak gagal
Setinggi Mercurius di dasar hati?

Dari Sorga;
Puisiku.

(EMIX-Rait)
TAMAN EDEN