Bagian ke-3

Laporan Jetro Sirait dari Tobasa, yang dimuat di Mingguan “Suara Simalungun”, 09 Desember 2004

    Walaupun sudah sering ditawarkan dari berbagai pihak perusahaan untuk membeli kayu yang ada di Taman Eden dengan harga mahal tetapi dari pihak keluarga dan Yayasan El Shaddai tidak pernah tertarik hal-hal yang hanya menguntungkan untuk sementara, tetapi keluarga besar telah sepakat untuk meneruskan pengembangan Taman ini menjadi taman seperti yang dikisahkan dalam Alkitab.    Lebih memandang ke depan dan lebih mengutamakan kelestarian alam serta lebih mengharapkan berkat dari Tuhan, itulah yang menjadi pegangan dari pihak pengelola taman Firdaus ini.

   Pohon dapat menghasilkan uang, tetapi uang tidak dapat menghasilkan pohon karena suatu saat manusia akan mengerti bahwa ketika segala sesuatu sudah punah dan uang habis tidak berarti apa-apa lagi, uang tidak dapat menggantikan keadaan yang sudah rusak dengan sekejap.

   Untuk melestarikan sumber daya alam yang ada di lokasi yang disebut sebagai surga yang kelihatan di dunia ini, pihak pengelola bekerjasama dengan Departemen Kehutanan Pemerintah Tingkat II Tobasa dalam hal pengadaan bibit.

   Apabila kita datang ke lokasi wisata rohani dan alam ini kita akan menikmati suasana sepertinya kita kembali ke zaman penciptaan alam ketika Adam dan Hawa ditempatkan disana, kehidupan kita sepertinya menyatu dengan lingkungan, damai, tentram, sejuk, hening dan indah.