Bagian ke-2

Laporan Jetro Sirait dari Tobasa, yang dimuat di Mingguan Suara Simalungun”, 25 Nopember 2004

   Dengan pemikiran yang cemerlang, lewat buah karya tangannya dan saudara-saudaranya yang terampil dengan mengusahai tanah kira-kira 40 hektar tanah yang dulunya tidak produktif menjadi sangat produktif.   Taman ini terletak di Desa Lumban Rang – Sionggang Utara Kecamatan Lumban Julu, Sumatera Utara, 18 km dari kota wisata Parapat dan 44 km dari Ibukota Kabupaten Tobasa Balige atau dengan jarak tempuh sekitar 35 menit.   Pengelolaan Taman ini dimulai pada tahun 1997, kemudian uji coba promosi pada tahun 1998, promosi lokal dimulai melalui gereja-gereja di lingkungan desa Sionggang Utara, kemudian dilakukan promosi melalui gereja lokal, promosi ini membawa dampak yang sangat positif sehingga melalui promosi tersebut banyak anggota gereja yang datang memanfaatkan tempat tersebut sebagai tempat retreat, camping dan berbagai jenis kegiatan rohani.   Pada bulan Mei tahun 2000 Marandus dengan iman yang kuat serta percaya bahwa apapun yang dilakukannya adalah visi dan misi dari Tuhan, lelaki yang masih lajang ini mulai mempromosikannya lewat stand pariwisata Kabupaten Tobasa di Medan Fair, dan setiap ada pameran di Pesta Danau Toba.   Disamping tempat ini sering dikunjungi masyarakat untuk kegiatan wisata, tempat ini juga sering menyelenggarakan KKR, salah satu diantaranya adalah KKR-RAIMUNA yang berlangsung pada tanggal 29 April 2001, pada saat itu Yayasan El Shaddai bekerja sama dengan Parapat Praise Center yang dipimpin oleh Ibu Naomi Lasma Sidabutar dengan mengundang pembicara Pdt. Drs. Ruddin Aruan SH dan Pdt. Drs. Anny br Pardede dari YPI Agape Maranatha Medan dan setiap selesai KKR, team rombongan yang datang menyerahkan bibit tanaman yang akan ditanam kepada pengelola Taman Eden dan esok harinya ditanam dengan memberi nama pemberi sesuai dengan nama orangnya. Beberapa tokoh, artis, pejabat dan pengusaha seperti Jack Marpaung “Kamar 13” yang sudah menjadi pelayan Tuhan, Joy Tobing “Indonesian Idol”, Pdt. Ade Manuhutu sudah pernah datang dan menanam pohon disana.   Sebagai misi Taman Eden “100” yang pertama adalah menjadikan desa Lumban Rang menjadi desa percontohan di bidang pertanian, peternakan dan pariwisata. Hal ini sudah terwujud karena di kabupaten Tobasa desa Lumban Rang adalah satu-satunya desa yang memiliki tempat pembibitan secara khusus yang dikelola dengan serius.   Program ini sudah dilaksanakan dimana Yayasan Taman Eden “100” bekerja sama dengan Pemkab Tobasa sudah membuka tempat pembibitan yang bertempat di Aek Natolu (perbatasan Toba dengan Simalungun), hal ini mendapat perhatian dari warga masyarakat dengan banyaknya pesanan dan permintaan dari para pengunjung yang datang. Di tempat juga sudah dibibitkan berbagai jenis bunga, seperti anggrek, euphorbia, dan aneka jenis bunga yang masih langka yang ditemukan di Taman Eden.   Untuk pengembangan ini Marandus juga telah membuka sebuah badan pelestarian alam dan wisata yang diberi nama GPT (Generasi Peduli Toba) yang berkantor di Simpang Sibisa Aek Natolu Tobasa, dan untuk pelayanan Agro Wisata dan pemasaran pembibitan ini Yayasan Taman Eden “100” juga sudah membuka kantor di Jl. Sisingamangaraja No. 16 (depan USI) belakang kantor Suara Simalungun P. Siantar, telepon 0622-7010104.   Kantor ini melayani perjalanan Wisata ke Tobasa, bagi yang ingin bertamasya ke Taman Eden “100”, Pantai Ajibata, Samosir, Parapat dan tempat wisata lainnya yang ada di Tobasa dapat menghubungi alamat dan nomor di atas. (bersambung)