bupati-samosir-msimbolon-menanam-pohon-di-taman-eden-pada-juni-2006.jpg                                 Oleh : Marihot Sirait

Para pembaca mungkin masih ada yang masih bertanya-tanya, dimana Taman Eden 100? Ada apa di Taman Eden 100? Wisata apa saja yang ada di Taman Eden 100?Berikut akan saya coba menjelaskan sebagian untuk anda, dan mohon maaf jika penjelasan ini kurang memuaskan anda.
Jika kita melintasi jalan Provinsi dari Medan menuju Balige, maka tentu kita akan melewati juga daerah pariwisata kota Parapat. Nah dari kota Parapat kita meneruskan perjalanan lagi, tepat di km-18 (Parapat – Balige) ada sebuah dusun kecil namanya Dusun Lumban Rang, Desa Sionggang Utara, Kec. Lumban Julu, Kab. Toba Samosir. Disitulah Taman ini akan kita dapati, sedikit masuk ke dalam (+/- 100 m dari pinggir jalan raya) dan di pintu masuk sudah terpasang sebuah Gapura bertuliskan : Selamat Datang di Taman Eden 100.
Taman Eden 100, dapat kami artikan dengan sebuah Taman atau alam yang hijau, lestari dan sejuk yang didalamnya terdapat 100 (seratus) jenis tanaman berbuah dan buahnya dapat dikonsumsi oleh manusia. Bukan usaha yang mudah untuk menanam 100 jenis pohon berbuah, apalagi banyak jenis pohon berbuah belum tentu senua bisa tumbuh dan berbuah di daerah ini. Sampai saat ini belum ada seratus jenis, untuk itulah kami dalam mengelola Taman ini sangat mengharap akan bantuan dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, instansi, perorangan, organisasi-organisasi keagamaan, pariwisata, investor, pertanian, dan lain-lain, yang jelas semua pihak-pihak yang perduli dengan lingkungan. 

Motto Taman Eden 100 “USAHAI DAN LESTARIKANLAH BUMI” dan “INDAH PADA WAKTUNYA”, suatu saat nanti Taman ini akan menjadi taman yang sangat bermakna bagi setiap orang, indah dan nyaman sesuai dengan namanya Taman Eden yaitu Firdaus/Paradeiso. Di taman ini semua objek wistata adalah asli dan alami seperti air terjun 2 tingkat dan 7 tingkat, pemandangan alam perbukitan, mendaki gunung, hutan rimba yang sangat eksotik dengan berbagai jenis pohon, anggrek, binatang dan burung-burung.Dan di lokasi taman ini juga sangat sering digunakan pengunjung untuk berkemah, penelitian, dan acara-acara keagamaan seperti Retreat, KKR, dan acara religius lainnya.  Dan yang tak kalah penting dan yang sangat berkesan di Taman ini adalah bahwa setiap pengunjung diharapkan untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan dengan menanam sebuah pohon kesukaan masing-masing yang disediakan oleh pengelola Taman, atau dibawa sendiri oleh pengunjung. Tanaman yang ditanam oleh pengunjung akan diberi papan nama ( nama penanam, tanggal penanaman, dan jenis pohon yang ditanam) dan semua nama-nama penanam pohon akan dimasukkan di dalam buku “Daftar Penanam Pohon di Taman Eden 100” yang akan disimpan dengan baik.  Cukup dengan meninggalkan sedikit uang kepada pengelola, yaitu untuk beli flat, cat nama kita sudah akan terukir indah disana. Itulah sebabnya jika kita melintasi dan mengelilingi Taman ini, pada setiap pohon pasti ada nama orang layaknya pemilik pohon itu. Adalah suatu kebanggaan tersendiri kelak jika anak cucu kita ke Taman ini akan melihat pohon yang kita tanam sudah bertumbuh dan berbuah, dan tentunya mengambil buahnya dengan gratis. Sudah sangat banyak orang, wisatawan domestik / manca negara, instansi pemerintah / swasta, perkumpulan, organisasi keagamaan dan artis, yang menanam pohon di Taman Eden 100 ini seperti : Dubes Inggris, Dubes Belgia, Jack Marpaung, Bunthora Situmorang, Joy Tobing, dan masih banyak lagi sudah mencapai ribuan (akan kami muat dengan lengkap pada tulisan-tulisan berikutnya).  Keindahan alam di Taman Eden dan bukit barisan di lokasi taman ini sungguh sangat menakjubkan. Memang tidaklah berlebihan jika taman ini diberi nama Taman Eden. Panorama hutan yang masih alami. Bapak L. Sirait adalah pemrakarsa dan pemilik taman ini, sejak dahulu beliau memang sangat cinta akan lingkungan alam sekitar kampungnya, banyak orang sempat beranggapan prakarsa beliau terlalu muluk-muluk dan diluar akal sehat untuk menjadikan sebuah Taman Eden 100 bisa dikenal dan dikunjungi orang (domestik apalagi manca negara). Tapi sekarang kita semua sadar bahwa lingkungan hidup ini adalah ibarat sebuah taman yang harus kita jaga kelestarian dan kesejukannya demi masa depan anak cucu kita dan kesejahteraan bangsa ini. Dan taman ini juga sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tobasa, dan taman ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan. “Indah pada waktunya”, Semoga. 

Marihot Sirait

Palembang.

Photo : Bupati Samosir Bpk. M. Simbolon menanam pohon di Taman Eden 100 pada Juni 2006 yang lalu.