snowtree1.jpg

Sumber : Harian Umum Kompas, 15 Juni 2007.Medan, Kompas – Dua penerima kalpataru asal Sumatera Utara menanam tanaman langka di Taman Kota Jalan Jenderal Sudirman, Medan. Acara yang melibatkan puluhan anak, organisasi lingkungan, dan masyarakat itu digelar sebagai upaya untuk menggugah warga Kota Medan menjaga kelestarian alam kota agar tetap hijau. “Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, semoga anak-anak dan seluruh warga Kota Medan sadar untuk menjaga lingkungannya sendiri,” kata penerima Kalpataru tahun 2002, Ngangkat Tarigan, di sela-sela acara, Kamis (14/6). ¬†

Ngangkat menuturkan, panitia sengaja melibatkan anak-anak untuk menanam tanaman langka agar kebiasaan menanam tumbuh sejak dini. Mereka yang rata-rata berumur di bawah lima tahun itu diajak menanam pohon di lahan kosong taman kota. Tanaman langka yang ditanam di antaranya andaliman, lalapan harimau, mahkota dewa, gaharu, jeruk kingkit, dan nam nam. Seluruh tanaman langka berasal dari 15 jenis tanaman dalam negeri maupun luar negeri.

Prihatin

Penerima kalpataru tahun 2005 kategori perintis lingkungan, Marandus Sirait, mengatakan, kegiatan ini digelar karena keprihatinannya dengan kondisi lingkungan Kota Medan. Keberadaan taman kota yang juga ruang terbuka hijau dinilainya semakin berkurang dari hari ke hari. Marandus, asal Kabupaten Toba Samosir, itu mengatakan, tanggung jawab lingkungan ada di pundak semua warga. “Keluarga saya tinggal di Medan. Artinya mereka ikut bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan di Medan. Kami pernah menjadi korban banjir di Medan. Dan sekarang banjir itu terus terjadi saat hujan deras mengguyur Medan,” katanya. Peserta paling muda dalam acara itu adalah seorang bayi berusia 1,5 bulan bernama Sharon Maryo Sirait. Sharon yang digendong ibunya, Ernalem Yohana, dituntun memegang kayuh berisi air untuk menyiram tanaman langka. Ernalem berharap anak pertamanya itu kelak akan terbiasa melestarikan alam sekitarnya. “Saya senang sekali mengikuti acara ini,” kata Ernalem. Hampir semua peserta menanam sendiri tanaman langka yang sudah disediakan. Panitia menyediakan papan nama sesuai dengan nama penanam di setiap tanaman. Dengan begitu, tutur Marandus, peserta mempunyai kebanggaan atas tanaman yang dia tanam. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penjelasan akan manfaat jenis-jenis tanaman langka tersebut. Salah satu jenis tanaman langka yaitu lalapan harimau. Ngangkat Tarigan mengatakan, tanaman jenis itu pernah sangat berjasa dalam perjuangan sejarah bangsa. “Para pejuang pada saat perang kemerdekaan sering membawa daun tanaman ini untuk dimakan. Daun tanaman ini diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang,” kata Ngangkat sambil menunjukkan daun tanaman yang berwarna kemerahan itu. Ngangkat juga menerangkan berbagai pengetahuan tentang manfaat masing-masing tanaman langka tersebut. (NDY)