gr-l-sirait.jpgSeorang lelaki tua yang sangat antusias untuk melestarikan Hutan, itulah sang Pendekar dari Taman Eden 100 yang begitu giat dan optimis dalam menata dan mengusahai Taman yang dikelolanya.

Namanya             : Gr. Leas Sirait

Lahir pada tgl. 16 Juli 1937

Tinggal di sebuah rumah sederhana di tepi hutan, yang cukup terpencil dari rumah-rumah warga lainnya, tepatnya di Desa Sionggang Utara Kecamatan Lumban Julu, Toba Samosir.

Selama puluhan tahun lelaki tua ini menanami berbagai macam pohon di hutan milik warisan keluarganya. Tujuan utama menanam pohon bagi bapak yang memiliki 10 orang anak ini bukan untuk ditebang lalu dijual walaupun harganya mahal. Bapak ini murni hanya untuk melestarikan tanah dan hutan agar tetap hijau dan sejuk dan berguna untuk semua makhluk yang diciptakan Tuhan di bumi ini.

Sejak kecil bapak yang pensiunan PNS (guru SD) ini memang sangat suka dan tertarik hutan dan isinya, kagum melihat pohon-pohon yang menjulang tinggi dan berukuran besar.

Taman Eden 100 memiliki luas sekitar 50 hektare yang merupakan tanah warisan keluarga yang berbatasan langsung dengan hutan Negara.

Nama Taman Eden 100 memiliki pengertian bahwa di dalam Taman ini keindahan yang dijumpai adalah memang keindahan alami ciptaan Tuhan. Dan angka 100 menandakan bahwa di taman ini akan ada 100 jenis tanaman berbuah yang dapat dimakan oleh manusia, dan buah tersebut bukan untuk dijual akan tetapi untuk dikonsumsi oleh pengunjung taman dengan gratis.

Wah, sungguh perbuatan dan usaha yang mulia.
 

Horas………………………..!