Terimakasih Atas Doanya

Jumat, 22 Februari 2008

Debora Steffi Valentina Sirait 

Telah lahir dengan selamat, anak pertama kami (putri) : DEBORA STEFFI VALENTINA br. SIRAIT pada hari Rabu, 13 Februari 2008 pukul 22.00 Wib di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang (RSPP) dengan berat 3,3 kg dan panjang 50 cm.

Baca entri selengkapnya »


Si Bolang Berpetualang ke Taman Eden “100″

Selasa, 19 Februari 2008

Jika tidak ada halangan dan perubahan jadwal, Stasiun Televisi Trans7 akan menayangkan petualangan si Bolang di Taman Eden “100″. Acara yang dikemas oleh Trans7 ini akan tayang pada hari Sabtu & Minggu (23 & 24 Feb 200 8) dalam acara “Si Bolang”. Berita ini kami terima dari Sdr. Marandus Sirait di Taman Eden “100″.
Wah, pengen lihat ah……!


Kantin Terbuka

Minggu, 17 Februari 2008

Shalom…

Mulai hari ini Minggu 17 Februari 2008, team Taman Eden “100″ telah membuka Kantin Terbuka di lokasi Air Terjun 2 tingkat. Kantin ini akan dibuka setiap hari Minggu dan hari-hari besar/libur untuk anda yang ingin ngopi atau ngeteh sambil menikmati dinginnya air terjun. Selain minuman ringan, kami juga menyewakan tikar, ban pelampung dan celana untuk mandi/berenang.

Datanglah bersama keluarga dan teman-teman untuk menikmati alam ciptaan Tuhan.

Habis minum, cangkir/gelas boleh dibawa pulang.

Selamat menikmati!

Taman Eden “100″


Yuk, … Jajali Pinggiran Danau Toba

Minggu, 17 Februari 2008

IKON pariwisata Sumatera Utara tidak selamanya identik dengan Parapat, Tuktuk atau Berastagi. Tapi kenyataannya, bila hari libur tiba daerah itu selalu menjadi sasaran wisatawan domestik. Tengok saja kawasan wisata Berastagi, kamar Hotel dengan tarif jutaan rupiah per malam pun laris manis.

Baca entri selengkapnya »


“PUISI DARI GUNUNG”

Jumat, 15 Februari 2008

Sekembalinya burung jalak
Dari Timur yang getir
Aku adalah pendaki sepi
Dikemudikan ribuan haluan

Mendaki cermin buram
Dari kejaran 500 km/jam
Aku pilih tinggal
Dan menginap
Dengan jiwa yang berlari-lari
Dan bayang-bayangku buruk gelisah

Yang mengetuk tenda
02.30 dini hari
adalah nyala api yang membara
mengaku kunang-kunang
kubuka pintu, hatinya tidak
dibukanya pagi
lalu malamku sia-sia

Oh, … Tuhan
Yang berdiri dibawah pohon pakis
Pinjamkan padaku pedang samurai
Hendak kubunuh petualang di jiwaku

Ada matahari yang menabrak malam
Saat seseorang meminta puisi
Dan biar ……………
Bulan sabit harus disembah lagi
Saat aku memberi puisi

(EMIX-Rait)
TAMAN EDEN


Puisi Dari Sorga

Rabu, 13 Februari 2008

Hinggap di langit
Dibawa oleh hati yang paling merah
Yang tak padam,
Yang tak dingin,
Dan pasti kugenggam

Ditulis terbuka
Dimakna rahasia
Butuh aku sayap
Menjemput ilham
………………pada bias-bias awan senja

Dari manakah ia,
Pembawa huruf-huruf Latin
Penggali lorong-lorong Batin
Sedekat pelangi di kejauhan?

Dari Sorga;
Paragrafku

Luruh ke mayapada
Ilalang dan rama-rama memujanya
Sedang aku,
Melukisnya tanpa pena
Meninggikan segala lembah untuk menghadangnya
Di datang tak’kan pergi,
Di ada tanpa hilang

Harus aku kertas kosong
Untuk menangkap setiap baitnya
Dengan tanda tangan sekecil-kecilnya
(Bila harus kenalkan diri)

Langit siapakah itu,
Awan siapa,
Bias dan Mayapada?
Yang ditulis,
Yang dilukis dan
Tak terbantah oleh tangis

Pada kekalahan yang sangat berharga
Aku dituntun sebuah ledakan

Bertanya - dan
Menjawab

Dari manakah ia,
Bacaan jiwa yang menDewa
Peranan khayal yang tak gagal
Setinggi Mercurius di dasar hati?

Dari Sorga;
Puisiku.

(EMIX-Rait)
TAMAN EDEN