Magnet Parapat di Hari Raya Idul Fitri

danau-toba-2.jpgWaspada/Nurkarim Nehe
Lebaran:
Kota wisata Parapat di tepian Danau Toba ternyata masih menjadi salah satu objek tujuan wisata lebaran. Seperti terlihat dari foto yang terekam Rabu (17/10) tersebut di atas sejumlah pengunjung berwisata lebaran sedang bersukacita bermain di air tepian Danau Toba.Tingkat kunjungan pelancong ke kota Parapat dan Pulau Samosir di Danau Toba tiba-tiba saja melonjak dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
 Magnet wisata Parapat seolah hidup kembali, menyedot pelancong.

“Di banding lebaran tahun lalu, jauh lebih ramai lebaran tahun ini. Sayangnya hujan setiap hari, terjadi pula kemacetan lalu lintas. Stress kita dibuatnya pak, pembeli datang saat hujan reda saja,” tutur br Saragih pedagang konveksi dan souvenir di pasar seni Parapat Rabu (17/10). Kemacatan lalu lintas sejak lepas dari gerbang kota Parapat sudah mulai terasa. “Kemarin kami untuk mencapai pusat pasar dari gerbang kota memakan waktu dua jam setengah pak,” tutur Ny.Sri,40, yang berprofesi dosen asal Yogyakarta kepada Waspada Selasa (16/10) malam.Padat
Pantauan Waspada Selasa (16/10) seluruh lokasi hunian di Parapat sudah padat.
Jika tidak booking jangan harap bisa mendapatkan kamar dengan aman. “Terpaksa kami kemari, hotel hotel penuh. Syukur saja ada tamu keluar, kami bisa mendapatkan dua  kamar. Hitung-hitung ya untuk Posko dululah sebelum mendapatkan kamar hotel yang baik,” tutur pria setengah baya asal NAD yang datang dengan rombongan keluarga dalam tiga unit mobil Kijang dan merencanakan menginap sampai Minggu (21/10).Sekira lima menit pria asal NAD  deal dengan petugas sebuah wisma sangat sederhana tapi berlokasi strategis dekat pelabuhan Ferry ini muncul pula sejumlah tamu yang menanyakan kamar. Dan tentu mereka mendapatkan jawaban mengecewakan, lalu keluar lagi menembus gerimis kota Parapat, mencari kamar inap, sementara rombongannya menunggu harap-harap cemas di dalam mobil pribadi maupun bus.Wisma-wisma memasuki masa panen raya, menaikkan tarif kamar mulai dari 50 persen sampai 125 persen. Namun sebuah wisma yang persis berada di salah satu tepian Danau Toba atau salah satu teluk kota Parapat dan kabarnya investor asal Malaysia, tidak menaikkan tarif kamar.“Memang biasanya saat hari besar agama seperti lebaran ini pengunjung lebih suka memilih wisma karena lebih asyik bisa memasak sendiri, seolah di rumah mereka, apalagi datang dengan rombongan keluarga. Tapi kalangan ekonomi tinggi yang tidak mau repot-repot ya tetap memilih hotel dengan fasilitas penuh. Akan tetapi jika tidak booking, jangankan hotel, wisma seperti kami ini pun susah mendapatkan kamarnya,” tutur seorang petugas wisma di salah satu teluk Kota Parapat.

Kepadatan pengunjung Parapat saat lebaran ini juga memaksa pedagang menaikkan harga jual, seperti konveksi seni, souvenir dan makanan instan. “Jet ski Rp200.000 per setengah jam, samoai batu gantung balik lagi. Mau?,” ujar pemilik jet ski kepada para pelancong.Statis
Kehebatan alam Parapat, Pulau Samosir dan Danau Toba sekitarnya yang mendunia sempat nyaris terpuruk oleh gonjang-ganjing politik internasional, termasuk masa transisi nasional dengan apa yang disebutkan reformasi. Terutama bagi turis mancanegara, jikapun masih ada yang berkenan datang melalui Bandara Polonia, harus menyusuri ruas jalan kadaluarsa baik ukuran maupun kualitasnya. Sangat jauh berbeda dengan DTW nasional lainnya seperti Pulau Bali, didukung infrastruktur yang standard.
Jika turis mancanegara sedang melakukan paket perjalanan wisata via Bandara Polonia ke Danau Toba, kemudian jalan darat ke Sibolga untuk mencapai Nias, atau ke Aceh, Riau, maupun Sumbar akan menuai kecewa dengan kondisi jalan yang ada. Statis dari masa ke masa. Atau, sebaliknya turis mancanegara dari kunjungan di Riau, Sumbar dan Aceh jika ingin ke Sumut melalui jalan darat dipastikan menemukan perbedaan yang sangat mencolok atas ruas jalan di Pulau Jawa dengan yang ada di Pulau Sumatera.Begitu juga menyusuri jalan menuju kota Parapat dari Pematangsiantar, meskipun lebih mapan di banding ruas Jalinsum timur Medan-Rantauprapat, kondisinya sudah ‘lampu kuning’. Jangan bermimpi untuk melebarkan badan jalan yang memerlukan dana dan teknologi tinggi, mempertahankan yang ada saja agaknya susah.

Selepas Tiga Dolok saat jalan sudah mulai meliuk, mendaki dan menurun, di beberapa titik terlihat mengeriting, terbilang sempit di banding pertambahan jumlah dan ukuran kenderaan. Parit yang membatasi kiri kanan bahu jalan dengan tebing maupun jurang sudah tidak layak kondisi dan ukurannya, tidak mampu mendistribusikan air hujan terutama yang mengalir dari pegunungan yang mulai menipis hutannya. Air numpang lewat di badan jalan, air memotong jalur jalan untuk bisa memasuki jurang atau menuju tempat terendah, tentu membahayakan pengendara serta mempercepat usia pakai jalan.

Kondisi dan pengaturan arus lalu lintas di kota Parapat juga tergolong statis, tidak ada inovasi jaringan jalan, jika tidak mungkin melebarkan badan jalan, banyak alternatif yang bisa  ditempuh, misalnya konsentrasi parkir kendaraan roda empat di salah  satu tempat. Artinya, ada daerah larangan dimasuki kenderaan roda empat, konsekwensinya tentu menyulitkan perjalanan pelancong yang hendak berkeliling kota Parapat, tapi inilah peluang menghidupkan jasa sewa sepeda motor. Paling tidak di saat tingkat pengunjung ‘padat’ seperti lebaran tahun ini.

Konsentrasi parkir roda empat ini tentu didukung pula oleh dekonsentrasi parkir roda empat di masing masing penginapan dan lokasi khusus jasa parkir. “Kalau diatur baik, kami lebih  suka, sebab pengunjung bisa santai dan bebas memilih barang yang  akan dibeli,” ujar seorang pedagang souvenir di pusat Kota Parapat yang lodsnya tertutup pandangan karena mobil parkir.
Nurkarim Nehe

Sumber : www.waspada.co.id

20 Tanggapan

  1. Horas! Aku Purwo dari Jawa Tengah tepatnya yaitu dari Magelang, Danau Toba emang indah walaupun aku belum ke sana tapi pesonanya sampai ke sini. Kalau kalian benar-benar cinta ma Danau Toba jangan lupa dukung Danau Toba di ajang new7wonder, yaitu ajang cari keajaiban dunia yang bertemakan alam, Indonesia mewakilkan Pulau Komodo, gunung Krakatau, dan Danau toba. Supaya mengangkat derajat Indonesia di mata Mancanegara setelah Candi Borobudur dihapus dari 7 keajaiban dunia di mata Mancanegara, mari kita dukung Danau Toba. Apalagi skarang Danau Toba baru kesusahan masuk ke 50 besar padahal tanggal 21 Juli (kalo gak salah) pemungutan suara udah ditutup dan disaring menjadi 21 besar. Caranya gampang kok! tinggal kunjungi website resmi http://www.new7wonder.com, nah di situ ada pamflet gede yang bertuliskan New 7 Wonder Nature, klik aja, lalu kamu klik “live Ranking” yang bergaris bawah berwarna merah dalam menu yang telah tersedia. Kalau dalam daftar 77 besar tersebut terdapat Danau Toba, tinggal kamu klik kotak ijo “Vote” di sebelah kanannya . Lalu akan muncul halaman yang menyodorkan formulir untuk pendaftaran anggota New7wonder, tinggal isi aja alamat e-mailmu (bukan jalan panda lho!), duakali lho di kolom paling atas dan bawahnya. lalu kamu ajuin mana aja yang kamu pengenin jadi 7 keajaiban alam dunia, jangan lupa pilih “Asia” di “please select the continent” dan pilih “Lake Toba” di “please select the candidate” Paling atas dan di kolom kedua terserah pilih “Komodo National Park” atau “Krakatau Volcanic Mount” ingat caranya sama kayak yang tadi. Tapi ingat jangan pilih “Mulu Caves” ma “Sipadan Island” Karena itu milik Malingsia, kalo bisa kita rebut kembali Pulau Sipadan OK! “Bukit Timah Reserve….” juga karena iu milik Singraja yang sok kaya itu. Maaf ya kalo saat kamu buka new7wonder kelamaan, tapi demi cinta pada danau Toba, apapun dilakuin deh! Maaf ya kalo aku kasih komennya buaaaaaaaaaaaaaaanyak banget! Makasih atas perhatiannya. Horas Bah!

    • AU memang do to Danau Toba alamnya indah & endena pe Merdu sampe tu pusu2, alai sonari dang tarurus nungnga godang sampah, eceng gondok, hutan gundul, lama2 tinggal kenangan…………. eeh tahe ………
      unang manian holan mangharaphon pemasukan PAD, alai adong ma nian roha natulus laho mamelihara kelestarian sian hita terutama pemerintah setempat. unang holan di lapo i markantor…. //maaf, komentar sedikit disensor oleh redaksi//

  2. kasihan kali aku ama org yg mandi di danau kita ini………….semuanya gatal2an kalo mandi…………………asi roha ku…………………amang jo tahe…………bao nama i amos.mulak nama au tu jabu

  3. Tahun lepas (Januari 2008) aku melancong ke Medan, Sumatera. Dari Medan aku ke Parapat untuk ke Pulau Samosir merentasi Danau Toba. Apa yang mendukacitakan jeti ke pulau tersebut tidak diselenggara dengan baik. Lantai kayu yang berlubang dimerta tempat ini membahayakan kepada pelancong. Harapan semoga pemerintah didaerah berkenaan dapat menyelenggara teti tertsebut.

  4. Andi Fitri,
    Sangat mengecewakan memang dengan kondisi seperti itu. Kita berharap semoga semua unsur yang terkait dapat memperhatikan.
    Terima kasih atas kunjungannya.

  5. ih……………………………………….!
    harusnya tuh kita menjaga kelestarian alam! o’ya aku lagi jomblo loh, ada yang mau gak?

  6. kalau ngintip danau toba yang paling indah datang kehuta ginjang kabupaten tapanuli utara dari sana bisa kita melihat keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa,

  7. Kalau saya rindu akan tempat lahir saya di Pulo Sibandang, st pulau kecil di danau toba ,saya langsung buka google earth dan melihat panorama di Danau Toba ,maka rindu akan terobati, NN

  8. tmand2,pkoknya mua2 msyarakat yg da d sktar dnau toba dch,aq cuma mw nitipin tuch dnau trcnta…!
    D jga ya,biar dy ttap indah…heee,,,,! GBU

  9. parapat…
    kota kelahiranku, takkan pernah ku lupakanmu!!!!

    di si do pusok hi,,
    tung mansai malungaun do au tu ho….

    thanx 4 God!!

    @ Dear Julia adza,
    Terima kasih, kita semua pasti akan selalu rindu akan kampung halaman kita. Mari kita jaga kelestarian dan keasrian kampung kita, supaya kerinduan kita tidak sia-sia.

  10. kota parapat is the best……………………………….GBU

  11. gimana ya sekarang keadaan kota parapat
    soalnya sudah lama gx kesana sejak berantau tahun 2008
    ke bengkulu
    apa kota parapat semakin maju, dan danau toba yang bersih……………………………………..
    dan semua warga kota masyarakat khususnya kabupaten simalungun salam kasih tuhan yesus memberkati

  12. Horas parapat,simalungun sekitarnya khususnya
    daerah tigadolok (palianaopat) …
    Nungnga mansai masihol rohangku
    naeng mulak.
    Sai anggiat ma lam tu ulina saluhutna hutata.
    Mauliate.

  13. aq ingin dunia ini damai seperti hal ya .indonesia yang dulu aq mohon capa pun presidennya jadi lah yang terbaik

  14. lisoi…….lisoi ……o parmitu lisoi…….inumma tuakmi

  15. masihol do au naeng mulak tu tano hatubuakku alana 5 taon au dang mulak, maredde mahita danau toba o.. danau toba massai uli do ho………………………………………….

  16. sebenarnya kalo mau liat keindahan danau toba yah musti ke hutanami ma jolo, alana hutanami di ginjang2 i, jadi tarida ma sude hinauli ni danau toba.
    hora bah……………..

  17. hari raya idul fitri di kampung halaman ku di parapat,sungguh bahagia ku rasa kan saat lebaran di parapat,

  18. Horas…..saya johanes dari A3,saya melihat websaid dari google..jadi teringat smua kenangan yang saya tinggalkan di “TAMAN EDEN”saya banyak meluangkan waktu di taman eden karna Taman Eden adalah suatu tempat wisata yang sangat menarik buat saya apalagi air terjunnya sangat menyenagkan buat saya,sejuk,dingin,dan sangat indah…saya juga ada teman disana saudara RINTO GULTOM….

  19. Horas…Kota parapat na massai uli tung malungun do au tusi.. pengen banget mandi di tepian danau toba nich..moga danau toba tambah keren xach..horas..

Tinggalkan Balasan